Bekali Wawasan dan Doktrin Aswaja, MAN 4 Jombang Gelar Pelatihan Kader Penggerak Aswaja Segmentasi Pelajar

Jombang (MAN 4) –MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif melalui Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PK IPNU-IPPNU) mengadakan Pelatihan Kader Penggerak Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) segmentasi pelajarb pada Rabu (15/3/2023) hingga Kamis (16/3/2023).

Sebanyak 50 siswa yang tergabung dalam organisasi PK IPNU-IPPNU MAN 4 Jombang mengikuti pelatihan di Ruang Keagamaan Lantai 3 Gedung KH. Bisri Syansuri MAN 4 Jombang. Pelatihan yang mengambil tema “Pelajar Berkhidmah Tanpa Batas Merawat Peradaban” ini digelar selama dua hari, mulai pukul 07.00 hingga pukul 15.00 WIB.

Pelatihan ini merupakan salah satu pelatihan dasar kader penggerak Aswaja segmentasi Pelajar untuk memperkuat wawasan dan doktrin keaswajaan, ke-NU-an, ke-IPNU-IPPNU-an, keorganisasian, kepemimpinan, dan kebangsaan. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi kader penggerak Aswaja serta memiliki komitmen berkhitmad pada agama, negara, nusa dan bangsa, terutama di lingkungan MAN 4 Jombang bagian dari Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, didirikan oleh Al Maghfurlah KH Bisri Syansuri sebagai salah satu pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Pelatihan yang bernuansa Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) ini menghadirkan beberapa Narasumber dari kalangan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Banom NU di Kabupaten Jombang. Diantaranya ketua Aswaja NU Center Jatim Dr. Yusuf Suharto, M.Pd.I menjelaskan wawasan keaswajaan, serta pengurus PCNU Jombang sekaligus mantan ketua PC IPNU Jombang, Drs. H. Hadi Saifuddin, SH.MM memamaparkan tentang Nahdlatul Ulama dan berbagai aspeknya. Selain itu, mantan ketua PC GP Ansor Jombang yang saat ini juga menjadi pengurus aktif PW GP Ansor Jatim, H.Zulfikar Damam Ikhwanto, M.Si turut serta mensukseskan kegiatan dengan sharing dan memberikan pendalaman wawasan kebangsaan, yang disusul oleh ketua PC IPNU IPPNU Jombang menyampaikan materi tentang  IPNU IPPNU sebagai organisasi Banom NU segmentasi pelajar, wakil ketua PC IPNU Jombang bidang kaderisasi memberikan tambahan materi tentang organisasi dan kepemimpinan.

“Kami sebagai remaja, sudah bisa mulai merawat NU dengan mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang telah dilakukan oleh masyarakat NU lainnya, Seperti mengikuti  Pengajian, istighosah, tahlil, manaqib, dibaiyah, habsyi, dan mauludan. Bisa juga dengan mengikuti organisasi yang sudah ada, seperti IPNU dan IPPNU. Jadi kita tetap bisa produktif dalam mengikuti organisasi walaupun masih remaja” ungkap Nana (XI IIK 2), salah satu peserta.

Peserta lain, Ulin pun mengungkapkan bahwa pelatihan Aswaja ini penting bagi siswa MAN 4 Jombang, sebagai madrasah yang didirikan oleh salah satu pendiri NU.

Pelatihan dasar ini saja sudah banyak sekali materi yang harus dipahami, karena pada dasarnya banyak sekali yang harus di ketahui tentang NU secara detail. Maka penting sekali kita mengerti dasarnya dulu baru pengkaderanya.” ucapnya.

Sementara itu, Siti Mudrikah sebagai salah satu panitia mengungkapkan harapannya agar para peserta bisa memperoleh manfaat dari pelatihan Aswaja.”Panitia sangat mengharapkan acara ini dapat di ambil manfaatnya. Karena acara ini berperan penting untuk pelatihan dasar kader-kader NU sekarang dan selanjutnya. Tingkatan ini adalah tingkatan yang paling dasar, karena setelah pelatihan ini, masih ada lagi latihan dan kaderisasi yang akan dilalui para remaja NU.” tandasnya. ((Zay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *