Kasubdit dan Subkoor GTK Bina MA/MAK kunjungi MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif: Sempatkan Dialog Bersama Siswa MAN PK

Jombang (MAN 4) – Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Bina MA/MAK Kementerian Agama RI, Dr. H. Anis Masykur, MA. bersama Subkoor Seksi Bina Guru MA/Mak, Dr. Lukman Nugraha, M. Si., M. Ed., mengunjungi MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang pada Selasa sore, 21 Maret 2023.

Kedatangan Anis Masykur dan Lukman Nugraha disambut langsung oleh Kepala MAN 4 Jombang, M. Ilyas. Dalam kunjungannya, keduanya menyempatkan berdialog dengan para siswa MAN Program Keagamaan (MAN PK) MAN 4 Jombang di ruang keagamaan lantai 3 Gedung KH. Bisri Syansuri.

Anis Masykur menyampaikan dalam kegiatan dialog bersama siswa MAN PK bahwa tugas utama seorang murid adalah belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal di masa depan.

“Pendidikan itu tidak mutlak apa yang dipelajari sekarang menjadi sesuatu yang akan datang. Tidak ada yang pernah membayangkan bahwa kita di MA PK itu belajar agama, tapi ada yang menjadi wartawan terkenal, pilot, dan lain-lain.” ujar Anis yang juga alumni MAN PK Solo.

Sementara itu, Lukman Nugraha juga menyampaikan pentingnya menguasai bahasa asing. Terlebih untuk siswa MAN PK yang memang dalam kesehariannya diwajibkan untuk menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

“Bahasa merupakan kunci ilmu pengetahuan. Baik Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris. Kalau kita mau mempelajari Islam secara utuh maka kuncinya adalah Bahasa Arab. Jika kita ingin menggapai sains secara umum, maka harus Bahasa Inggris. Maka kedua bahasa ini adalah bahasa yang sangat penting untuk pendidikan agama dan umum.” terangnya.

Belajar bahasa, lanjut Lukman, adalah hal yang menyenangkan.

“Pembelajaran bahasa sebenarnya sangat menyenangkan. Tapi harus dipraktekkan dari awal. Tidak usah menghafalkan seperti kita menghafalkan Alquran, tapi menggunakan bahasa, itulah belajar bahasa.” ungkapnya.

Selanjutnya mulai dibuka dialog bersama siswa MAN PK Man 4 Jombang. Antusiasme siswa begitu terlihat saat banyak diantara siswa mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan. Namun karena keterbatasan waktu, hanya dibatasi satu penanya.

“Apakah siswa alumni MAN PK bisa menjadi selain dai? Kedua, apakah bisa ijazah dari MAN PK untuk melanjutkan ke perguruan tinggi umum?.” tanya salah satu siswa MAN PK MAN 4 Jombang.

Pertanyaan siswa itu kemudian dijawab oleh Anis Masykur.

“Kalian itu bukannya tidak jelas. Kalau seumpama kalian mengatakan kalian tidak jelas, ketidakjelasan itulah yang membuat orang itu maju. Tapi tidak sedikit yang lulus dari MAN PK, yang berkiprah diluar bidang keagamaan. jadi jangan khawatir, sekarang belajar lebih giat.” jawabnya.

 

Ia kemudian menjelaskan harapan Kementerian Agama dalam mendirikan MAN PK.

“Harapannya kemenag mendirikan MAN PK itu adalah untuk mengisi calon-calon dai, calon-calon hakim, itu semua dari orang-orang yang bisa baca kitab. Lha itu semua memang harus ditempa di MAN PK.” terangnya.

Kementerian Agama, lanjutnya, memiliki harapan agar tokoh dan para pejabat bisa ditempati oleh orang yang memiliki landasan agama yang kokoh. Ia pun menyebutkan beberapa contoh seperti Lukman Nugraha yang menjabat sebagai Subdirektorat MA/MAK adalah alumni pesantren.

“Ada lagi Pak Imam Bukhori, yang sekarang menjabat sebagai Kasubdit PAI SD/SDLB.” pungkasnya. (hiy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *