Kembangkan Program Ma’had, SMP IT Nur Hidayah Surakarta Adakan Kunjungan ke MANPK MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif

Kab. Jombang (MAN 4) – MAN Program Keagamaan (MANPK) MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif mendapat kunjungan dari SMP IT Nur Hidayah Surakarta pada Selasa, 23 Mei 2023. Sebanyak 23 dewan guru beserta perwakilan pihak yayasan tiba di MAN 4 Jombang sekitar pukul 13.00 Wib.

Rombongan tamu disambut oleh wakil kepala madrasah (waka) bidang kurikulum M. Ali Makhfud, waka bidang kesiswaan M. Makin, pengasuh asrama Hasbullah Said MANPK MAN 4 Jombang, Agus Nurul Huda, dan koordinator keagamaan MANPK MAN 4 Jombang Aziz Ja’far.

Kepala SMP IT Nur Hidayah Surakarta, Zuhdi Yusroni menyampaikan bahwa tujuan  SMP IT Nur Hidayah Surakarta berkunjung ke MAN 4 Jombang adalah untuk mengetahui program-program unggulan dari MANPK MAN 4 Jombang, terutama program ma’had.

Ia menjelaskan bahwa SMP IT Nur Hidayah Surakarta sedang mengembangkan program ma’had di sekolah dan ingin mengetahui program-program ma’had MANPK MAN 4 Jombang terutama program kebahasaan.

Selanjutnya, pengenalan program unggulan MANPK dipaparkan oleh koordinator keagamaan MANPK MAN 4 Jombang, Aziz Ja’far. Dalam pemaparannya, Aziz Ja’far menjelaskan, MANPK adalah program peminatan unggulan nasional dalam bidang keagamaan yang berbasis asrama.

Branding kita tahfidzul Qur’an, qiroatul kutub, dan kebahasaan. Jadi di asrama itu anak-anak wajib pakai bahasa asing. Kalau yang melanggar ada mahkamah lughoh.’ terangnya.

Ia pun  menjelaskan, bagi siswa baru yang belum bisa berbahasa asing tidak perlu khawatir, karena MANPK MAN 4 Jombang memiliki program matrikulasi bagi siswa baru. Program matrikulasi adalah program pendalaman bahasa asing (Arab/inggris) bagi siswa baru yang ditempuh selama 3 bulan. Sehingga siswa baru MANPK selama 3 bulan pertama tidak akan mengikuti pelajaran reguler, melainkan mengikuti matrikulasi bahasa.

Sementara itu, Agus Nurul Huda mengungkapkan bahwa yang paling menunjang dalam program kebahasaan adalah lingkungan.

“Kebahasaan yang paling menunjang di kita itu adalah lingkungan. Yang tinggal di asrama ini yang sudah berkomitmen sepakat untuk berbahassa Arab dan bahasa Inggris semua.  Kemudian yang paling berperan lagi adalah mahkamah lughoh.” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, juga didukung oleh sarana prasarana, seperti lab bahasa dan lab keagamaan untuk menunjang pembelajaran siswa. Gus Huda (panggilan akrabnya, red) juga menjelaskan mengenai program keseharian santri ma’had MANPK yang mendukung penguatan kebahasaan.

“Serta kegiatan-kegiatan yang mengasah kebahasaan kita di hari Sabtu ada muhadhoroh berbahasa Arab dan Inggris. Ada ghina arobi (bernyanyi berbahasa Arab), ada khitobah (pidato), kemudian bermain peran (bahasa Arab dan Inggris). Praktikum-praktikum salat semuanya berbahasa Arab dan berbahasa Inggris.” pungkasnya. (hiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *