MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif Raih Juara 3 Pencak Silat O2SN Tingkat Kabupaten

Kab. Jombang (MAN 4) – Dua siswa MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif raih gelar juara 3 pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2023 cabang olahraga (cabor) pencak silat tanding dan solo kreatif. Ajang bergengsi ini digelar oleh Badan Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Mojosongo, Jombang pada Kamis, 20 Juli 2023.

Pada perlombaan, MAN 4 Jombang mengirim dua delegasi di cabang olahraga pencak silat. Hasilnya, kedua delegasi MAN 4 Jombang berhasil meraih juara 3 lomba pencak silat tanding dan solo kreatif. Juara 3 pencak silat putra diraih oleh Muammar Qadafi (XI MIA 2) sedangkan juara 3 pencak silat putri dimenangkan oleh Sekar Erfianti (XII IIS 5).

Muammar Qadafi mengaku bersyukur bisa meraih juara 3 dan membanggakan madrasah.

“Saya sangat bersyukur bisa meraih juara 3. Terima kasih karena telah diberi kesempatan bertanding membela madrasah. Terima kasih juga kepada pembina Pagar Nusa saya, Pak Reva Efendi” ungkapnya.

Siswa yang akrab disapa Dafi ini mengaku, kemenangan ini merupakan kemenangan pertamanya mewakili MAN 4 Jombang.

“Ini kemenangan pertama saya mewakili MAN 4 Jombang. Saya ikut Pagar Nusa di pondok Kalau di MAN 4 Jombang belum ada ekstra silat. Jadi saya senang bisa mewakili madrasah saya di ajang pencak silat.” imbuhnya.

Sementara itu, koordinator lomba O2SN MAN 4 Jombang, Sulih Setyanto mengungkapkan bahwa silat merupakan cabor yang selalu dipertandingkan dalam beberapa lomba olahraga. Ia lantas mengusulkan untuk menambahkan pencak silat sebagai salah satu ekstrakurikuler di MAN 4 Jombang.

“Sebenarnya pencak silat itu cabor yang selalu dipertandingkan di Porseni dan O2SN.Untuk persiapan jangka panjang, barangkali madrasah bisa mewadahi talenta-talenta siswanya di cabor silat dengan menyelenggarakan ekstrakurikuler pencak silat.” usulnya.

Ia juga menegaskan agar ekstrakurikuler pencak silat di madrasah tidak membawa nama kelompok pencak silat tertentu.

“Ekstrakurikuler saja, tanpa embel-embel perguruan silat tertentu. Sehingga para siswa yang di rumah maupun di pondok (yang sudah) ikut pencak silat dari perguruan silat apapun, bisa bergabung.” tegasnya. (hiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *