Ngaji Rutin Guru: Tanda Baiknya Islam Seseorang Dilihat dari Ucapan dan Perbuatannya

Kab. Jombang (MAN 4) – Pengajian Kitab Majalisussaniyah karya Syaikh Ahmad bin Syaikh Al Fasyani yang merupakan syarah Kitab Arba’in Nawawi bagi guru dan karyawan MAN 4 Jombang kembali digelar pada Sabtu (21/10/2023). Kali ini, pengajian dipimpin oleh K.H. Abdul Wahab Khalil Pengasuh Asrama al Risalah Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang. Bertempat di Gedung K.H. Bisri Syansyuri Lt. 3, pengajian yang dihadiri oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN 4 Jombang tersebut berjalan dengan khidmat.

Pada Hadits ke-12 halaman 36, K.H. Wahab menjelaskan salah satu tanda baiknya Islam seseorang itu adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya. Baik berupa ucapan maupun perbuatan. Lebih jelasnya, “berucaplah yang sedikit tapi bermanfaat. Karena ucapan adalah bagian dari amal seseorang. Oleh karena itu, seyogyanya kita berhati-hati dalam ucapan dan perbuatan”. terang K.H. Wahab.

K.H. Wahab berpesan “Jangan kalian perbanyak bicara, kecuali dzikir kepada Allah, (membaca sholawat, menularkan ilmu, membaca al Qur’an) juga termasuk dzikir. Apabila banyak bicara selain untuk berdzikir, hati akan menjadi keras.”

Dalam penjelasan kitab juga disebutkan tanda-tanda seseorang yang hatinya keras adalah: 1) Sulit menerima nasihat. 2) Sulit berempati kepada orang lain. 3) Sulit menangis karena menyesali perbuatan dosa diri sendiri.

Selanjutnya, K.H. Wahab juga menerangkan “Sedangkan, seorang yang baik Islamnya dalam perbuatan adalah melakukan sesuatu yang bermanfaat. Di antaranya adalah melakukan sesuatu yang baik untuk agama dan akhirat serta dunia.”

Selain membahas hadits ke 12, K.H. Wahab juga menerangkan tentang hadits ke 13 yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

K.H. Wahab menjelaskan bahwa sikap seorang muslim yang sesuai dengan hadits tersebut adalah ketika seorang muslim melihat saudaranya melakukan kesalahan atau perbuatan kurang pantas, maka harus menasihatinya. Itulah penjelasan hadits ke 13 tentang bagaimana cara kita mencintai saudara sesama muslim. (hir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *