Ngaji Sabtu MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif : Agama Adalah Nasehat

Kab. Jombang (MAN 4) – MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar mengadakan pengajian rutin bagi guru dan karyawan pada Sabtu pagi (26/11/22). Bertempat di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) MA 4 Jombang, pengajian diisi oleh KH. Ahmad Wazir Ali, Lc. selaku pengasuh asrama Sunan Ampel Putri PP. Mamba’ul Ma’arif.

Kitab yang dikaji adalah Majalisus Saniyah karangan Syaikh Ahmad bin Syaikh Al Fasyani yang merupakan syarah (penjelasan, red) dari kitab hadits Arba’in Nawawi. Pembahasan sampai pada hadits ketujuh, yakni;

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Yang artinya : Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim)

KH. Ahmad Wazir Ali menjelaskan bahwa hadits ketujuh ini menerangkan tentang hakikat agama adalah nasihat.

“Esensi agama itu nasihat. Hadits ini termasuk jawami’ul kalim, yakni hadits dengan redaksi ringkas, namun jangkauan maknanya luas.” ucap KH. Wazir Ali.

“Sahabat agak janggal, dan bertanya, nasihat kepada siapa?, dan Rasul menjawab; untuk Allah, kitab, rasul, para pemimpin Islam, dan mereka secara umum.” lanjutnya.

Dalam hadits ini, lanjut KH. Wazir, terdapat muatan reformatif, yakni segala sesuatu itu harus ada upaya perbaikan. Nasihat yang dimaksud, adalah nasihat bagi Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin Islam, dan umat muslim secara umum.

1.) Nasihat bagi Allah
Maknanya, kita harus mentauhidkan Allah dalam segala tindakan. Seluruh tindakan manusia, diorientasikan kepada Allah.

2.) Nasihat bagi kitab Allah
Seorang muslim harus berusaha memahami kandungan kitab Islam. Standar muslim adalah paham terhadap kesimpulan dan hukum dalam Al-Qur’an. Seluruh tindakan seorang muslim terpandu dalam Al-Qur’an, sehingga seorang muslim akan sekaligus mengamalkan isi Al-Qur’an. Jika dikerucutkan, maka bermuara kepada ketaqwaan.

3.) Nasihat bagi bagi rasul Allah
Upaya untuk mengidolakan rasul, yakni dengan mengikuti tuntunannya. KH. Wazir Ali lalu menjelaskan, sunnah (tuntunan/kebiasaan, red) nabi ada 2 macam. Yakni sunnah tasyri’iyyah dan sunnah ghairu tasyri’iyyah.

sunnah tasyri’iyyah adalah sunnah yang diundangkan atau punya ketetapan hukum yang jelas, maksudnya, tata yang perlu diikuti. Sedangkan sunnah ghaiu tasyr’iyyah adalah sunnah yang tidak memiliki ketetapan hukum yang mengikat, sekedar etika sosial dan moral. Misal, sunnah ghairu tasyri’iyyah seperti berpakaian putih, atau nabi tidak mencukur jenggotnya sampai bersih, atau nabi selalu memakai pakaian gamis. Itu termasuk sunnah ghairu tasyri’iyyah.” jelas KH. A.Wazir.

4.) Nasihat bagi para pemimpin Islam
Memberikan bimbingan kepada penguasa lewat majlis masyayikh atau dewan pertimbangan agung untuk memantau kebijakan pemimpin. Termasuk mendoakan pemimpin.

“sekarang banyak orang malah membully dan menjelekkan pemimpin. Bukan menasehatinya.” ucap KH. A. Wazir Ali.

Pemimpin Islam, lanjut KH. A. Wazir Ali, termasuk juga para ulama.
“Cara menasehati ulama dengan menerima dawuh-dawuhnya, yakin apa yang didawuhkan ulama itu tidak ngawur. Serta taqlid ketika tingkatan kita belum mujtahid (orang yang mampu berijtihad, red) dan yang terakhir adalah husnudzon.” terangnya.

5.) Nasihat bagi kaum muslimin secara umum
Banyak sekali ayat dalam al-Qur’an yang berisi nasihat. Rasul juga telah menunjukkan dalam kehidupan sehari-harinya, dimana rasul selalu memberi nasihat kepada umatnya sekiranya bisa memberi manfaat dan upaya perbaikan.

“Diantara nasihat rasul, disampaikan oleh Anas r.a., Rasul pernah dawuh,’nak,lek wudhu sing sempurno, umurmu bakal dowo’. ‘ucapkan salam kepada orang yang kau temui, maka kebaikanmu akan bertambah’, ‘biasakan salat dhuha, karena salat dhuha adalah salatnya orang-orang sebelum kamu’, ‘welaso nang wong cilik, hurmato nang wong sepuh, dan lain sebagainya.” terang KH. Wazir Ali. (hiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *