Ngaji Sabtu Pagi MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif, Haramnya Darah Muslim Kecuali 3 Perkara

Kab. Jombang (MAN 4) – Pengajian rutin bagi guru dan karyawan MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif kembali digelar pada Sabtu pagi (11/11/23). KH. Zainal Arifin Abu Bakar selaku pengasuh Asrama Nur Khodijah 3 PP. Mamba’ul Ma’arif menjadi pengisi pengajian rutin di lantai 3 gedung KH. Bisri Syansuri MAN 4 Jombang.

Kitab yang dikaji adalah Majalisussaniyyah karangan Syaikh Ahmad bin Syaikh Al Fasyani yang merupakan syarah (penjelasan, red) dari Kitab Arba’in Nawawi. Pembahasan sampai pada hadist ke empat belas, tentang haramnya darah seorang muslim kecuali 3 perkara: zinanya orang yang sudah menikah, membunuh dengan sengaja, dan orang murtad.

“Sebelum memaknai hadits ini, ada kesan dari yang ga suka hukum Allah dibilang kejam dan ga manusiawi. Nyolong hukume dipotong tangane. Zina muhson (orang yang sudah menikah) dirajam sampai mati.” ujar KH. Zainal Arifin Abu Bakar.

KH. Zainal menjelaskan bahwa secara logika, Allah SWT sebagai pencipta manusia tentu lebih mengetahui sifat makhluk-Nya.

“Logikanya, sudah tentu yang menciptakan paling tahu dengan apa yang diciptakan. Yang paling tahu tentang menungso adalah Allah. Agar menunggo hidup damai,  aman, ga ada pencurian, ga pembunuhan, maka Allah bikinlah undang-undang. Aturan arupo Alquran dan juga Rasulullah arupo sunnah.” jelasnya.

Sebelum menjelaskan lebih lanjut tentang isi hadits, KH. Zainal mengungkapkan tentang 3 jenis hukum dalam Islam.

“Jadi hukum Islam itu ada 3 jenis. Ada yang namanya qishas. Qishas adalah hukuman setimpal. Misal dia membunuh ya dibunuh lagi. Ada yang namanya had, yaitu hukuman yang sesuai dengan ketentuan Allah jumlah dan caranya. Seperti orang mencuri dipotong tangannya. Orang zina bujang perawan didera 100 kali. Ada yang ta’zir, yaitu dikapokkan, dibuat jera. Ini diserahkan kepada hakimnya.”

  1. Zinanya orang yang sudah menikah

“Jika orang yang sudah pernah menikah (muhson) kemudian melakukan zina, maka hukumannya adalah dirajam, atau dilempari batu sampai mati. Tapi jika dia belum menikah, maka hukumannya adalah didera sebanyak 100 kali.” jelas KH. Zainal

  1. Orang yang membunuh dengan sengaja

“Jika orang mukmin membunuh mukmin yang lain dengan sengaja, maka harus diqishas, dihukum setimpal, yaitu dibunuh lagi.” urai KH. Zainal.

Jika pembunuh itu bertaubat sebelum diqishas, maka akan diterima taubatnya, namun hukum qishas akan tetap dijalankan. Sedangkan bagi pembunuh yang diampuni keluarganya dengan diganti denda, maka tidak akan dituntut kembali di akhirat.

 

  1. Orang murtad yang keluar dari jamaah (memberontak dari kepemimpinan yang sah)

Dikutip dari nu.online.or.id, darah non-muslim adalah halal kecuali yang ada kesepakatan damai, yaitu kafir dzimmi (yang tinggal dengan aman di negeri muslim dan dilindungi negara), dan musta’min (yang datang ke negeri muslim dengan damai untuk keperluan berdagang dan lain sebagainya). (hiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *