Pengajian Sabtu Pagi: Bid’ah tak semua sesat, Pahami Jenis dan Hukumnya

Kab. Jombang (MAN 4) – MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar gelar pengajian rutin bagi guru dan karyawan pada Sabtu pagi (24/9/22). Bertempat di Gedung Pusat Pelayanan Terpadu lantai 3, pengajian diisi oleh KH. Zainal Arifin Abu Bakar, Lc selaku pengasuh asrama Nur Khodijah 3 PP. Mamba’ul Ma’arif.

Kitab yang dikaji adalah Majalisus Saniyah karangan Syaikh Ahmad bin Syaikh Al Fasyani yang merupakan syarah (penjelasan, red) dari kitab hadits Arba’in Nawawi. Pembahasan sampai pada hadits kelima, yakni tentang bid’ah. KH. Zainal Arifin Abu Bakar menjelaskan bahwa secara umum, bid’ah adalah segala sesuatu yang dilakukan tanpa ada contoh sebelumnya (dari Rasulullah SAW).

“Barang siapa yg mengada-adakan sesuatu yang tidak pernah terjadi pada masa rasulullah maka adalah termasuk bid’ah.” ucap KH. Zainal Arifin Abu Bakar menerjemahkan arti hadits.

Namun pada penjelasan haditsnya, lanjut KH. Zainal Arifin Abu Bakar, bid’ah ini dibagi menjadi 5 sesuai hukumnya;

1.) Bid’ah wajibah yakni bid’ah yang diwajibkan, contohnya adalah mempelajari ilmu nahwu dalam bahasa Arab, karena ilmu nahwu digunakan untuk mentafsir Al-Qur’an dan hadits guna memahami syari’at Islam.

2.) Bid’ah muharromah, yakni bid’ah yang diharamkan. Contohnya adalah aliran-aliran yang tidak sesuai dengan aqidah ahlussunnah waljama’ah seperti qadariyah dan jabariyah

3.) Bid’ah mandubah, yakni bid’ah yang disunnahkan. Contohnya membangun madrasah dan jembatan, yang mana hal itu tidak pernah dilakukan pada zaman nabi.

4.) Bid’ah makruhah, yaitu bid’ah yang dimakruhkan. Contohnya menghias masjid dan mushaf secara berlebihan.

5.) Bid’ah mubahah, yakni bid’ah yang diperbolehkan. Contohnya bersalaman seusai salat.

Ma min muslimaini yaltaqiyani falyatashofahani illa ghufiro lahuma qabla an-yatafarraqa. Tiadalah dari dua orang Islam yang berjumpa lalu saling bersalaman, melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah. Salaman boleh dimana saja, sedang waktu setelah salat adalah kesempatan yang baik untuk bersalaman.” terangnya.

Lebih lanjut, KH. Zainal Arifin Abu Bakar mengajak seluruh guru dan karyawan MAN 4 Jombang untuk senantiasa mengamalkan apa yang telah dipelajari.

ilman wa amalan, qoulan wa fi’lan. Mari kita mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh dan kita ajarkan kepada siswa kita.” ajaknya.

KH. Zainal Arifin Abu Bakar kemudian menutup ceramahnya dengan sebuah puisi.

“Hidup adalah pilihan. Setiap pilihan ada balasan. Memilih kebaikan akan mendatangkan kebahagiaan. Memilih kejelekan akan datang penyesalan. Belajarlah tentang semua kebaikan, kemudian kau amalkan sebelum kau ajarkan. Karena seseorang akan jadi panutan, disaat sepadan antara perkataan dan perbuatan.” pungkasnya. (hiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *