Peringatan Isra’ Mi’raj Jadi Magnet Tingkatkan Jamaah Salat

Kab. Jombang (MAN 4 ) – “Indikasi peringatan Isra’Mi’raj ini berhasil, bisa dilihat dari apakah jamaah salat nanti akan ramai atau tidak.” ungkap KH. Ali Khidzir selaku pengasuh asrama Annajah PP. Mamba’ul Ma’arif dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di MAN 4 jombang PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar pada Senin, 20 Februari 2023.

Man 4 jombang memperingati Isra’Mi’raj dengan menggelar pengajian bertema “Kaifiatus Sholat: Untuk Mencetak Generasi Gemar Beribadah dan Berakhlaqul Karimah”. Ribuan siswa dan guru mengikuti peringatan Isra’ Mi’raj yang terbagi dalam dua tempat. Siswa putra mengikuti pengajian di depan musala dan siswi putri di gedung pusat pembelajaran terpadu (GPPT) MAN 4 Jombang.

Peringatan Isra’ Mi’raj dimulai pukul 07.30 WIB. Diawali dengan pembacaan tahlil dan khataman Alquran bersama dan dilanjutkan dengan pengajian. Pengajian untuk siswa putra disampaikan oleh KH. Abdussalam Shohib selaku pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif. Sedangkan pengajian untuk siswi putri disampaikan oleh KH. Ali Khidzir selaku pengasuh asrama An-Najah PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang.

Assholatu imaduddin. Soko lek ambruk, ya ambruk omahe. Salat lak wes bolong, maka akan mudah dirusak oleh lingkungan yang rusak.” ucap KH. Ali Khidzir.

Dalam ceramahnya, KH. Ali Khidzir menjelaskan tentang pentingnya menjaga keistiqomahan salat, terutama salat berjamaah.

“Ngaji salat ini semoga bisa menambah istiqomah dalam salat fardhu, utamanya salat fardhu berjamaah.” ucapnya.

KH. Abdussalam Shohib dalam ceramahnya juga menyampaikan tentang keutamaan salat berjamaah. Yai Salam (panggilan akrabnya, red) menyampaikan bahwa salat berjamaah bisa meningkatkan peluang diterimanya ibadah salat. Jika dibandingkan dengan salat munfarid atau salat sendiri.

Selanjutnya, KH. Ali Khidzir juga menjelaskan bahwa salat bisa menurunkan gengsi dan kesombongan. Karena ketika bersujud dalam salat, kita akan meletakkan anggota badan paling mulia di lantai.

“Wong jahiliyah paling anti sama Islam karena sujud. Karena sujud iku ngasorne awak. Tawadhu’an lillah. Harus mau cium tempat bekas diinjak-injak orang lain.” terangnya.

Terutama hidung, lanjut KH. Ali Khidzir, sangat dianjurkan untuk ditempelkan, karena bisa menurunkan gengsi. Karena yang menyebabkan sulitnya kemasukan rahasia-rahasia ketuhanan dan akhlaqul karimah adalah karena sifat gengsi dan sombong. (hiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *