Peringatan Nuzulul Qur’an MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif, KH. Wazir Ali Ungkap 4 Komponen Pembaruan yang Perlu Dilakukan di Bulan Ramadhan

Kab. Jombang (MAN 4) _MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif menggelar Ceramah ilmiah Ramadhan dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an pada Kamis, 6 Maret 2023. Bertempat di Gedung KH. Hasyim Asy’ary MAN 4 Jombang, ceramah ilmiah ini diikuti oleh seluruh civitas academika MAN 4 jombang.

Tema yang diambil adalah “Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam rangka membentuk generasi Qur’ani”. Ceramah disampaikan oleh KH. Ahmad Wazir Aly Lc, selaku pengasuh asrama Sunan Ampel Putri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar.

Wazir Aly dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Bulan Ramadhan layaknya sebuah madrasah yang bertujuan untuk membentuk karakter islami, serta meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Karena puasa efektif dalam membentuk karakter. Karakter yang beriman.” jelasnya.

Kh. Wazir kemudian menjelaskan, untuk membangun karakter yang beriman, maka perlu melakukan 4 pembaruan selama Bulan Ramadhan;

  1. Tajdidul ’alaqoh billah (memperbarui hubungan dengan Allah)

Cara memperbarui hubungan dengan Allah adalah dengan meningkatkan ibadah. Peningkatan ibadah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dilakukan dalam bulan ramadhan, tetapi juga berlanjut setelah ramadhan.

“Sebagai pelajar tentu harus jadi pelajar yang religius. Santri yang benar-benar santri. Yang hubungan kedekatannya dengan Allah mantab.” terang KH. Wazir.

 

  1. Tajdidul ‘alaqoh binnafsih (Memperbarui diri)

Setiap muslim harus memperbaiki diri, mental, karakter, dan akhlaqnya. Selama Bulan Ramadhan, kita dilatih untuk membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dengan cara berpuasa. Maka harus ada peningkatan ibadah kepada Allah selama Bulan Ramadhan.

Masio naumussoimi ibadatun tapi yo ojo nemen-nemen rek! Di kitab Kifayatul Atqiya’ diterangkan bahwa belajar, mengaji ilmu satu bab itu pahalanya lebih baik dari pada 100 sholat sunnah.” ungkap KH. Wazir.

Lebih lanjut KH. Wazir memberikan contoh jika seorang berilmu yang waktunya habis untuk menulis kitab sehingga ia tak bisa melaksanakan sholat tahajjud itu lebih mulia dari pada orang yang melakukan sholat tahajjud.

“Dirumuskan dalam kaidah fiqih, al ibadah al muta’addiyah khoirun minal ibadah al qosiroh. Ibadah sing muta’addiyah, sing manfaate mberentek’e kepada publik (ibadah sosial), itu lebih utama dari pada ibadah qosiroh, ibadah yg pahalanya untuk dirinya sendiri. Makanya benar kata nabi, belajar bab wudhu, misal, itu lebih baik dari pada sholat 100 sholat sunnah.” terangnya.

  1. Tajdidul Alaqoh Bil Qur’anil Karim (Memperbarui hubungan dengan Alquran)

Memperbarui hubungan dengan Alquran adalah spirit dalam Nuzulul Qur’an. Umat Islam harus mereformasi diri dalam hubungan dengan Alquran. Menjadikan Alquran sebagai sumber inspirasi kemajuan dan kesuksesan, baik duniawi maupun ukhrawi. Alquran harus dikaji, dipelajari, dicocokkan teori Alquran dengan ilmu modern sebagai wujud untuk mengimani Alquran.

Khoirukum manta’allamal qur’ana wa ‘allamahu. Sing paling apik iku belajar Alquran dan mengajarkannya. Lek wis mari mondok, wes pinter, mulangno nang nggone liyo.” pesannya.

Selanjutnya KH. Wazir menerangkan beberapa keutamaan dalam membaca Alquran, seperti mendapatkan pahala yang berlipat-ganda, mendapatkan ketenangan batin, memperoleh kemulyaan (nailul karomah), berkawan dengan malaikat dan mendapatkan pangkat seperti malaikat, dan meningkatkan keimanan.

“Baca Alquran itu nambah keimanan. Syukur- syukur direnungi, difahami, dan ditadabburi maknanya.” terangnya.

  1. Tajdidul “alaqoh bil muslimin (Memperbarui hubungan dengan masyarakat)

Hubungan bermasyarakat harus senantiasa dijaga, diperbarui ke arah yang lebih baik.tidak hanya hubungan kepada Allah, hubungan dengan masyarakat pun harus baik. Terbukti pada akhir ramadhan diwajibkan bagi setiap muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal (harta) sebagai wujud solidaritas kepada kaum duafa, fakir, miskin.

“Jika kita mampu menjalankan keempatnya, tajdidul alaqoh binafsi, tajdidul alaqoh maallah, tajdidul alaqoh maal quran, tajdidul alaqoh maal muslimin, berarti  termasuk orang-orang yang minal faizin wal faizin wal maqbulin.” tutur KH Wazir Ali.

Diakhir ceramahnya, KH. Wazir Ali berharap agar seluruh amal ibadah selama Bulan Ramadhan diterima dan mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat.

”Semoga dengan spirit madrasah Ramadan dan spririt nuzulul Qur’an, kita aidin, kembali ke Alquran, kembali ke jalan yang benar. Semoga kita dijadikan Allah minal maqbulin, orang yang diterima ibadah kita selama di Bulan Ramadhan. Dan semoga kita dijadikan Allah termasuk orang sukses masa depan dunia dan akhiratnya.” Pungkas KH. Wazir Ali. (hiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *