Pilketos, Pentas Seni, Hingga Pelantikan OSIS Jadi Puncak P5P2RA Suara Demokrasi MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif

Kab. Jombang (MAN 4) – Gelaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5P2RA) dengan tema Suara demokrasi di MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif berlangsung sukses dan meriah.

Pelantikan OSIS masa bakti 2023-2024 pada Minggu (15/10/23) menjadi rangkaian puncak sekaligus penutupan kegiatan P5P2RA tema Suara demokrasi.

Sebelumnya, Pesta Demokrasi pemilihan OSIS digelar pada Rabu (11/10/23). Hasil penghitungan suara diumumkan pada Kamis (12/10/23) bersama dengan pentas seni siswa kelas X sebagai peserta kegiatan P5P2RA.

Habib Zakwan (XI MIA 2) dan Fahmi Rijal Mustofa (XI Mia 1) terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS putra. Sedangkan Nayla Faizzatun Najma Achmad (XI MIA 6) dan Arinalhaq Annajah (X-I) sebagai ketua dan wakil ketua OSIS putri.

Tahun ini menjadi tahun pertama MAN 4 Jombang menggelar kegiatan P5P2RA sebagai implementasi kurikulum merdeka. Suara demokrasi menjadi tema pertama dalam kegiatan P5P2RA. Masih ada dua tema lagi, yakni hidup berkelanjutan dan kewirausahaan yang rencananya akan digelar Februari mendatang.

“Dalam kurun waktu 18 hari, MAN 4 Jombang melaksanakan proyek P5P2RA mengusung tema suara demokrasi dan subtema membangun demokrasi melalui pemilihan ketua OSIS. Adapun untuk P5 kita mengangkat elemen berkebhinekaan global dan bernalar kritis, sementara untuk nilai P2RA ta’adub dan syuro.” terang Didik Pratikno selaku koordinator proyek P5P2RA tema suara demokrasi.

Ia berharap para siswa dapat mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan P5P2RA.

“Mudah-mudahan elemen dan nilai yang terkandung dapat kita gol-kan ke tujuan pembelajaran. Dan dapat diresapi untuk  menjadi siswa yang memiliki daya kreatifitas. Mampu menggali dan menumbuhkan potensi yang luar biasa untuk seluruh peserta didik.” harapnya.

Sementara itu, kepala MAN 4 Jombang, Moch. Ilyas berpesan dalam acara pelantikan OSIS agar para siswa tetap mengutamakan belajar ilmu dari pada organisasi.

“Tujuan apapun Anda sekarang jadi pemimpin,  tapi yang paling penting adalah ta’lim. Nanti di sela-sela ta’lim itu belajar organisasi. Jadi jangan kuwalik.” pesannya.

Belajar ilmu, lanjut Ilyas, akan menjadikan intelektual. Sedangkan belajar organisasi adalah untuk menyiapkan diri menjadi pemimpin.

“Ketika kita jadi intelektual lalu jadi pemimpin, sip nanti hasilnya. Tapi kalau menjadi pemimpin tanpa intelektual, jangan sampai. Bukan itu harapan masyarakat.” pungkasnya. (hiy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *