Taftisul Kutub jadi Penghujung Kegiatan Ramadhan MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif

Kab. Jombang (MAN 4) – Sebanyak 1.094 peserta didik  MAN 4 Jombang mengikuti kegiatan taftisul kutub pada Rabu, (27/3/2024). Bertempat di lokal utara untuk peserta didik putra, GOR dan Gedung K.H. Hasyim Asy’ari untuk peserta didik putri, Taftisul Kutub oleh tim keagamaan MAN 4 Jombang ini merupakan tradisi yang dilakukan diakhir pengajian kitab bulan ramadhan.

Muhammad Makin selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan mengatakan tujuan peserta didik mengikuti taftisul kutub adalah agar siswa memiliki tanggungjawab dalam belajar dengan melengkapi dan mencatat makna kitab yang kosong.

“Melengkapi makna kitab yang masih kosong itu adalah bentuk tanggungjawab mereka dalam belajar. Selain itu, ilmu akan semakin melekat apabila didengar, dibaca, dikaji, dan dicatat ulang,” kata Muh. Makin.

Dimulai sejak 1 – 16 Ramadhan, MAN 4 Jombang menggelar pengajian kitab kuning  yang diperuntukkan bagi peserta didik dan pendidik serta karyawan. Kitab yang dikaji adalah Kitab Adabul ‘Alim wa Muta’allim bagi pendidik dan karyawan, Kitab Akhlakul Banin/Banat bagi kelas X, serta Kitab Usfuriyah bagi kelas XI. 

Selanjutnya, Muh. Makin juga menerangkan tujuan mengkaji Kitab Akhlakul Banin/Banat dan Usfuriyah bagi peserta didik. “Supaya anak-anak memiliki karakter dan akhlak yang baik, selalu bersikap terpuji dan saling menyayangi terhadap guru, orang tua, keluarga, teman, dan masyarakat serta menjauhi sikap tercela,” ungkapnya.

“Sedangkan untuk guru, meskipun banyak buku pedoman mengajar, namun pedoman yang paling baik itu bersumber dari Nabi. Jadi, Kitab Adabul ‘Alim wa Muta’allim yang merupakan karangan Rois ‘Aam Nahdlotul ‘Ulama K.H. Hasyim Asy’ari itu jelas sanadnya dari Nabi. Insya Allah,  guru MAN 4 Jombang dalam mengajar sesuai dengan itu,” imbuhnya.

Taftisul Kutub ini dilakukan dengan cara memeriksa kelengkapan makna kitab kuning peserta didik yang dikaji selama bulan Ramadhan. Bukan hanya berdampak pada kemampuan menulis pego, taftisul kutub juga meningkatkan pemahaman dan membentuk karakter peserta didik yang peduli dengan ilmu terutama kajian kitab kuning. (hir)

Previous slide
Next slide

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *