Tahun Baru Islam 1444 H, MAN Menyelenggarakan Dialog Interaktif Mengenal Lebih dekat Maghfirullah KH. Bisri Syansuri

 

Kab. Jombang (Humas MAN 4 Jombang) —  MAN 4 Jombang mengadakan peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1444 H di GPPT pada Selasa (9/08). Acara yang dihadiri oleh seluruh civitas akademik MAN 4 Jombang, mengusung tema “Dialog Interaktif Mengenal Al-Maghfurllah KH. BISRI SYANSURI dalam Perspektif Agama dalam Kebangsaan” dengan narasumber KH. Abdussalam Shohib dan Aziz Ja’far

Madrasah resmi menggelar sebuah acara yang bertajuk “Dialog Interaktif Mengenal Lebih Dekat Al-Maghfirulah KH. Bisri Syansuri dalam Perspektif Agama dan Kebangsaan”. Dalam prespektif agama dibawakan oleh KH. Abdussalam Shohib yang tidak lain merupakan Pengasuh PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang sekaligus merupakan cucu beliau langsung.

Seperti yang telah beliau ucapkan, bahwa dzuriyyah itu dibagi menjadi dua golongan diantaranya dikarenakan nasab (keturunan) dan yang kedua dikarenakan sebab khusus diantaranya dzuriyyah bi sababil mahabbah dan dzuriyyah bi sababil ilmi. Salah satu dalam pengaplikasian dzuriyyah bi sababil mahabbah yaitu dengan mencintai anak, cucu keturunan dari KH. Bisri Syansuri. Sedangkan dzuriyyah bi sababil ilmi merupakan wujud keilmuan yang kita dapatkan dari para asatidz/asatidzah yang memiliki sanad keilmuan langsung kepada KH. Bisri Syansuri. Untuk mempeloreh berkah KH. Bisri Syansuri kita dianjurkan untuk mengirim al fatihan rutin kepada beliau minimal 1 kali dalam sehari, dari penjabaran di atas beliau menyampaikan bahwa dzuriyyah bi sababil ilmi merupakan golongan dzuriyyah yang paling utama. 

Beliau juga menyampaikan beberapa maqolah yang dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua yaitu diantaranya “Sak pinter-pinter e awakmu lek ora nduwe adab ilmumu ora manfaat” dari maqolah tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa adab fauqol ilmi adab itu kedudukannya di atas ilmu.

Kegiatan ini juga mengulas KH. Bisri Syansuri dalam perspektif kebangsaan yang disampaikan oleh DR.Aziz Ja’far, S.Th.I, M.Pd. yang merupakan ketua IKAPPMAM pusat. Dalam perspektif ini Aziz Ja’far menyampaikan “bahwa KH. Bisri Syansuri merupakan sosok yang mempunyai sifat toleransi tinggi, hal ini diwujudkan dengan sikap tegas kepada diri sendiri, akan tetapi bersikap lembut kepada orang lain, karena semasa hidupnya Mbah Bisri Syansuri mempunyai banyak toriqah namun tariqoh yang paling beliau utamakan adalah meladeni atau membantu manusia”.(BZF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *