Tanamkan Karakter Kepesantrenan, IKAPPMAM Gelar Penguatan Kemamba’ul-ma’arifan bagi Guru dan Karyawan MAN 4 Jombang

Kab. Jombang (MAN 4) – IKAPPMAM (Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif) gelar pembekalan dan penguatan kemamba’ulma’arifan bagi guru dan karyawan di MAN 4 Jombang, pada Sabtu (10/9).

Bertempat di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT), acara pembekalan ini diisi oleh para masyayikh PP. Mamba’ul Ma’arif, yaitu ketua dewan pengasuh yayasan KH. Abdussalam Shohib, koordinator bidang pendidikan Dra. Hj. Muniroh Iskandar, pengasuh Asrama Ar-Risalah KH. Abdul Wahab Khalil MA., dan pengasuh Asrama Sunan Ampel Putri KH. Ahmad Wazir Alie, Lc.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan identitas kepesantrenan yang melekat pada MAN 4 Jombang. Menurut KH. Abdul Wahab Khalil, MAN 4 Jombang didirikan untuk memfasilitasi santri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif dalam mengenyam pendidikan umum. Dengan demikian, lanjut KH. Abdul Wahab Khalil, sudah selayaknya para guru dan karyawan dalam naungan MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif memiliki karakter kepesantrenan.

“Mari kita memantaskan diri untuk menjadi guru di Mamba’ul Ma’arif dengan senantiasa belajar dan menanamkan dalam diri karakter kepesantrenan. Tanamkan kepada diri dan transfer kepada siswa.” terang KH. Abdul Wahab Khalil.

Sebagai penguat karakter kepesantrenan. KH. Abdussalam Shohib juga menjelaskan bahwa dzurriyah (keluarga) yang dimaksud dalam kemamba’ul ma’arifan ini tak hanya keluarga berdasarkan nasab saja. Tetapi juga keluarga karena sebab dijadikannya guru di Yayasan Mamba’ul Ma’arif.

“Dzurriyah ini ada dua, dzurriyah binasab dan dzurriyah bissabab. Panjenengan semua sebagai guru di sini juga termasuk ke dalam dzurriyah, yaitu dzurriyah bissabab. Dzurriyah karena disebabkan Njenengan ngajar di yayasan milik Mbah Yai Bisri Syansuri.” terangnya.

Materi berlanjut pada uraian mengenai keberkahan dalam berkhidmah oleh KH. Wazir Alie. Ia menjelaskan bahwa khidmah berarti mengabdi.

Njenengan sebagai guru berarti juga berkhidmah. Yaitu berkhidmah kepada ilmu. Khidmah kepada ilmu itu menyebabkan kemuliaan. Maka, guru itu dipandang mulia oleh siswanya.” terangnya.

Sebagai materi inti, kemamba’ul ma’arifan disampaikan oleh Dra. Hj. Muniroh Iskandar. Mulai dari riwayat hidup pendiri, yakni KH. Bisri Syansuri sampai perjuangannya dalam memajukan pendidikan bangsa melalui pesantren, para dzurriyah, hingga sejarah dan tujuan didirikannya MAN 4 Jombang. (hiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *