Tari Sufi dan Grup Habsyi meriahkan Peringatan Maulid Nabi MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar

Kab.Jombang (MAN 4) MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif Denayar gelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 20 Oktober 2021. Bertempat di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) MAN 4 Jombang, acara maulid nabi ini mengusung tema Menebar Empati Memperluas Silaturrahmi.

Terlihat seluruh civitas academika MAN 4 Jombang mengikuti rangkaian acara maulid nabi, mulai dari pembacaan sholawat nabi, istighotsah, hingga mauidhoh khasanah.

Diawal acara, disajikan penampilan tarian sufi yang mengiringi grup habsyi MAN 4 Jombang. Terlihat seluruh peserta maulid terpukau dengan penari sufi yang terus menari beputar mengiringi lantunan sholawat.

Acara semakin meriah tatkala tiba saatnya mahalul qiyam. Diiringi grup habsyi siswa MAN 4 Jombang dan tarian sufi, Muhammad Muzakki selaku panitia sekaligus guru MAN 4 Jombang menyebarkan uang koin kepada peserta. Sontak para siswa langsung berhamburan dan berlomba mengambil uang koin.

Acara berlanjut dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh pengasuh PP. Al-Amanah Bahrul Ulum, Jombang, Dr. K.H. Abdul Kholiq. Ia menyampaikan bahwa ketika seseorang mengaku mencintai Allah, maka ia juga harus mencintai Rasulullah.

“Dulu zamannya Rasulullah, ada sahabat yang salah dalam mengartikan cinta kepada Allah. Mereka ingin langsung berdoa kepada Allah, tanpa melalui rasulullah. Sehingga Allah menurunkan wahyu; qul inkuntum tuhibbunallaha fattabi’uni. Katakan kepada mereka yang ingin langsung kepadaKu tanpa lewati kamu, apabila kalian betul-betul mencintai Allah, maka ikuti saya (rasulullah)” terangnya.

Pendapat seperti ini, lanjut Dr. K.H. Abdul Kholiq, semakin banyak bertebaran di sekitar umat Islam sekarang ini. Mereka beranggapan, berdoa kepada Allah tidak perlu melalui perantara nabi dan ulama.

“ Sehingga, tidak mungkin kita bisa sampai kepada Allah tanpa lewat jalur rasululllah dan ulama. Maka tidak bisa dibedakan mencintai Allah tapi tidak mencintai rasulullah. Tidak bisa. Karena dua ini menjadi satu. Betapa mulianya baginda nabi, sehingga namanya digandengkan dengan Allah SWT.” pungkasnya. (hiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *