Home >Berita Dinas >​Kreatif dan Edukatif! Perkemahan Literasi MAN 4 Jombang Sukses Unjuk 4 Bahasa

​Kreatif dan Edukatif! Perkemahan Literasi MAN 4 Jombang Sukses Unjuk 4 Bahasa

Risyalah D | 01 Oktober 2026 | 0 | Dibaca 65 kali
Dewan guru pendamping dan narasumber berfoto bersama 65 peserta Perkemahan Literasi bertajuk "Seminar Gema Kuartet Bahasa" di Wonosalam.

Kab. Jombang (MAN 4) — Sebanyak 65 murid program Bahasa MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif mengikuti Perkemahan Literasi bertajuk “Seminar Gema Kuartet Bahasa: Merajut Masa Depan Lewat Seni, Sastra, dan Budaya” di Wonosalam, 30 September hingga 1 Oktober 2026. Kegiatan dalam rangka Bulan Bahasa ini melibatkan delapan guru pendamping dari empat bidang bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jepang.

Rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kemampuan berbahasa sekaligus mengembangkan kreativitas dan apresiasi murid terhadap seni serta budaya. Berbagai agenda digelar, mulai dari kompetisi bahasa, pengenalan budaya Jepang, pentas seni, hingga seminar penulisan cerpen.

Kegiatan diawali dengan apel keberangkatan di halaman MAN 4 Jombang. Kepala madrasah, Moh. Ilyas, dalam amanatnya mendorong murid untuk membangun kemampuan berbahasa melalui praktik secara konsisten.

“Menguasai bahasa tidak harus pintar, cukup praktikkan saja setiap hari,” pesannya.

Setibanya di Wonosalam, murid mengikuti sejumlah perlombaan yang mengasah kemampuan berbahasa dalam suasana kompetitif. Lomba yang digelar meliputi Rangking 1, Kaki Kikitori, dan Tebak Kata.

Kompetisi tersebut tidak hanya menguji penguasaan kosakata dan pemahaman bahasa. Murid juga dituntut memiliki kecepatan merespons, kemampuan menyimak, keberanian, serta kerja sama tim.

Selain perlombaan, murid mengikuti Bunka Shoukai Makizushi yang dibimbing langsung oleh Ino Shion sensei, asisten pengajar Bahasa Jepang melalui Program Nihongo Partners Japan Foundation. yakni pengenalan budaya Jepang melalui praktik membuat makizushi. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada murid untuk mengenal budaya Jepang sekaligus mengaitkannya dengan pembelajaran bahasa yang diperoleh di kelas.

Pada malam hari, kegiatan berlanjut dengan pentas seni. Sejumlah penampilan disuguhkan murid, di antaranya odori, taqdimul qisshoh, story telling, utaimasu, serta berbagai pertunjukan lainnya.

Panggung menjadi ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan berbahasa, seni, dan kreativitas. Penampilan juga menjadi bagian dari pembelajaran yang mendorong murid tampil percaya diri di hadapan publik.

Memasuki hari kedua, kegiatan diisi seminar penulisan cerpen dengan menghadirkan M. Rosyid Husnul Waro’i, sebagai narasumber. Ia merupakan dosen Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, UPN “Veteran” Jawa Timur.

M. Rosyid memiliki pengalaman dalam bidang sastra dan kepenulisan. Sejumlah cerpennya telah dipublikasikan di berbagai media, di antaranya Jawa Pos, Kompas.id, dan Suara Merdeka. Ia juga menerbitkan kumpulan cerpen Rembulan di Bibir Teluk dan Cerita-Cerita Lainnya pada 2021.

Dalam seminar, murid diperkenalkan pada proses kreatif penulisan cerpen. Mulai dari menggali ide, mengolah pengalaman, hingga menuangkannya menjadi karya sastra.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba.

​Kesan mendalam dirasakan oleh para peserta kegiatan. Salju Cinta mengaku sangat antusias karena mendapatkan banyak wawasan baru selama acara berlangsung.

​"Dari seluruh rangkaian kegiatan, saya paling suka praktik membuat makizushi. Selain bisa mencicipinya langsung, belajar bersama Shion Sensei juga sangat menyenangkan," ungkap Salju.

​Hal senada juga disampaikan oleh Laely R. Menurutnya, acara tahunan ini memberikan suasana belajar yang segar dan berbeda dari biasanya. Ia mengaku paling menikmati sesi pentas seni karena bisa menyaksikan penampilan teman-temannya.

​"Banyak hal bermanfaat yang saya dapatkan, mulai dari tambahan kosakata dari empat bahasa hingga belajar memahami cara menulis cerpen yang baik," ujar Laely.

Perkemahan Literasi MAN 4 Jombang menjadi bagian dari pembelajaran bahasa di luar kelas. Melalui kompetisi, praktik budaya, pentas seni, dan seminar sastra, murid mendapat ruang untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa sekaligus mengembangkan kreativitas, keberanian, dan apresiasi terhadap budaya. (Hed)







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *