LDKM MAN 4 Jombang, Latih Murid Berani Berproses dan Siap Memimpin
Murid putri MAN 4 Jombang berfoto bersama usai mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Murid (LDKM) di Sendang Rejosari, Wonosalam, 17–19 Oktober 2026.
Kab. Jombang (MAN 4) - MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Murid (LDKM) pada 17–19 Oktober 2026 di Sendang Rejosari, Wonosalam. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab murid melalui praktik langsung.
Mengusung tema “Membangun Generasi Berdaya: Berani Berproses, Tegar Berpendapat, Siap Memimpin”, kegiatan ini diikuti 85 murid yang terbagi dalam dua kelompok. Sebanyak 43 murid putri mengikuti kegiatan pada 17–18 Oktober, sedangkan 42 murid putra pada 18–19 Oktober. Kegiatan didampingi lima guru pendamping.
Salah satu pembina OSIS MAN 4 Jombang, Rine Novita, mengatakan LDKM menitikberatkan pada pembelajaran kepemimpinan melalui praktik, bukan penyampaian materi secara konvensional.
“Anak-anak langsung praktik. Mereka diminta mencari benda di sekitar yang menggambarkan filosofi kepemimpinan,” ujar Rine, Senin (19/10).
Dalam kegiatan tersebut, murid diminta memaknai benda-benda di lingkungan sekitar sebagai simbol karakter seorang pemimpin. Batu, misalnya, dimaknai sebagai simbol keteguhan, sedangkan ranting menggambarkan prinsip yang kuat dan tidak mudah goyah.
Selain itu, murid diajak mengenali kelebihan dan kekurangan diri serta merumuskan solusi untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan mengambil keputusan.
Salah satu peserta, Aisyah, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui kegiatan tersebut. Ia belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberi arahan, tetapi juga mendengarkan pendapat dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang memberi arahan, tetapi juga harus bisa bekerja sama, mendengarkan pendapat orang lain, dan bertanggung jawab. Ke depannya, saya ingin lebih aktif menyampaikan ide, menghargai pendapat teman, serta bekerja sama dengan pengurus OSIS lainnya agar program OSIS berjalan lebih baik dan bermanfaat bagi seluruh murid,” ujar Aisyah.
Pengalaman selama LDKM juga menjadi bekal bagi pengurus OSIS untuk menjalankan program kerja secara bertanggung jawab, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan seluruh murid. (Hed)