Home >Berita Dinas >MAN 4 Jombang Terpilih Program Nihongo Partners, Penutur Asli Jepang Dampingi Pembelajaran Murid

MAN 4 Jombang Terpilih Program Nihongo Partners, Penutur Asli Jepang Dampingi Pembelajaran Murid

Risyalah D | 12 Agustus 2026 | 0 | Dibaca 85 kali
Kepala MAN 4 Jombang bersama Nihongo Partner pada Upacara Penyambutan Program Nihongo Partners Gelombang 24 Wilayah Jawa Timur di Surabaya, Selasa (11/8/2026)

Kab. Jombang (MAN 4) – MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif terpilih sebagai salah satu penerima program Nihongo Partners dari Japan Foundation, Jakarta.

Program tersebut menghadirkan penutur asli bahasa Jepang untuk mendampingi guru dan murid dalam proses pembelajaran. Program akan berlangsung selama enam bulan, mulai Agustus 2026 hingga Februari 2027.

Penyambutan Nihongo Partners untuk wilayah Jawa Timur digelar di Surabaya, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Direktur Japan Foundation, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, serta Perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Kepala MAN 4 Jombang, Moh. Ilyas, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya madrasah dalam program Nihongo Partners gelombang ke-24 tersebut.

Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya madrasah mewujudkan semangat “Madrasah Maju Bermutu Mendunia”, dengan membuka kesempatan bagi murid untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan budaya dari negara lain.

“Alhamdulillah, madrasah kita menjadi salah satu madrasah yang mendapatkan Nihongo Partners pada gelombang ke-24 dari Japan Foundation,” ujar Moh. Ilyas.

Kehadiran penutur asli Jepang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan murid dalam berbahasa Jepang, khususnya bagi murid yang mengambil pembelajaran bahasa Jepang.

Tidak hanya kemampuan berkomunikasi, penguasaan bahasa Jepang juga diharapkan dapat membuka peluang murid MAN 4 Jombang untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan karir di Jepang.

“Harapannya, para peserta didik, khususnya yang belajar bahasa Jepang, mampu menguasai bahasa Jepang dengan baik. Kalau sudah menguasai bahasa Jepang dengan baik, tidak menutup kemungkinan mereka bisa melanjutkan studi di Jepang atau mungkin mencari kerja di Jepang,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Nihongo Partners akan mendampingi guru Bahasa Jepang MAN 4 Jombang dalam kegiatan belajar mengajar.

Murid-murid nantinya tidak hanya mempelajari kosakata dan tata bahasa, tetapi juga mendapatkan kesempatan berkomunikasi secara langsung dengan penutur asli Jepang.

Pembelajaran juga akan diisi dengan pengenalan budaya Jepang. Mulai dari kebiasaan sehari-hari, cara berkomunikasi, hingga nilai-nilai positif yang dapat dipelajari murid.

Moh. Ilyas menilai pertukaran budaya menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut.

“Tidak hanya terbatas di bahasa saja. Kita juga akan bertukar budaya, bagaimana budaya Jepang untuk menghormati yang lain, bagaimana budaya Jepang untuk melatih kedisiplinan, dan bagaimana budaya Jepang untuk bisa memajukan pendidikan,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan penutur asli diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Jepang.

Murid juga diharapkan dapat mengambil nilai-nilai positif dari budaya Jepang, seperti kedisiplinan, sikap saling menghormati, serta semangat dalam pendidikan.

“Kita mengetahui secara umum bahwa orang Jepang itu ramah-ramah dan budayanya juga bagus. Tinggal bagaimana kita nanti menyikapinya,” kata Moh. Ilyas.

Bagi MAN 4 Jombang, program Nihongo Partners bukan sekadar program pembelajaran bahasa asing. Program ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan global murid sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan kontekstual.

Selama enam bulan ke depan, kolaborasi antara guru Bahasa Jepang dan penutur asli Jepang diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Program ini sekaligus menjadi langkah MAN 4 Jombang dalam memperkuat kompetensi bahasa asing dan mempersiapkan murid agar memiliki wawasan serta kemampuan yang lebih luas untuk menghadapi lingkungan global. (Hed)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *