Home >Berita Dinas >MAN PK MAN 4 Jombang Jadi Tujuan Studi Tiru MTsN 5 Kediri, Dalami Program Unggulan

MAN PK MAN 4 Jombang Jadi Tujuan Studi Tiru MTsN 5 Kediri, Dalami Program Unggulan

Risyalah D | 07 November 2026 | 0 | Dibaca 24 kali

Kab. Jombang (MAN 4) – MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif, menerima kunjungan MTsN 5 Kediri untuk mengenalkan program Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN PK), Sabtu (7/11/2026). Kunjungan tersebut diikuti 128 murid kelas VIII dan IX unggulan MTsN 5 Kota Kediri yang ingin mengetahui program pendidikan, sistem pembelajaran, serta persyaratan masuk MAN PK Jombang.

Kepala MTsN 5 Kediri, Abas Shofwan, mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan mengenalkan MAN 4 Jombang sebagai salah satu pilihan madrasah lanjutan bagi muridnya. Ia berharap, murid dapat memahami program MAN PK sebelum menentukan pilihan pendidikan berikutnya.

"Kami ingin mengenalkan kepada murid bahwa ada madrasah berkualitas dengan program unggulan seperti MAN PK. Harapannya, mereka mengetahui bagaimana program ini berjalan sehingga memiliki gambaran dan persiapan jika ingin melanjutkan pendidikan di sini," ujarnya.

Kepala MAN 4 Jombang, Moh. Ilyas, menjelaskan MAN PK memiliki karakteristik berbeda dengan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC). MANPK tetap menjadi bagian dari madrasah induk dan memiliki orientasi pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan.

Menurut Ilyas, MAN 4 Jombang memiliki sejumlah program unggulan, di antaranya MAN PK, Sistem Kredit Semester (SKS)/Kelompok Belajar Cepat (KBC), program keterampilan, dan Prodistik.

"Madrasah ini memang tidak terlalu besar, tetapi memiliki banyak ikon unggulan. Ada MANPK, SKS/KBC, keterampilan, dan Prodistik. Kami memberikan ruang kepada murid untuk berkembang sesuai potensi dan minatnya," jelas Ilyas.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan di MAN 4 Jombang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pembinaan akhlak menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, terlebih madrasah berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar.

"Kami ingin madrasah ini menjadi benteng bagi murid. Orang tua yang menitipkan anaknya di sini tentu berharap mereka mendapatkan pendidikan yang baik, termasuk dalam pembentukan akhlak," tambahnya.

Sementara itu, Waka Kurikulum, Nikmaturrohmah memaparkan sistem pendidikan dan profil lulusan MANPK. Bahasa Arab menjadi bahasa pengantar dalam pembelajaran kelas program keagamaan. 

Materi pembelajaran juga diperkuat dengan kajian kitab berbasis turats, tahfiz Al-Qur’an, serta pengembangan kemampuan bahasa.

Pembinaan murid dilakukan melalui berbagai kegiatan. Di antaranya matrikulasi kebahasaan selama satu bulan, pembelajaran kitab pada malam hari, tahsin Al-Qur’an, conversation, dan muhadatsah.

Agus Nurul Huda, Pengasuh Asrama MAN PK, menjelaskan, pendidikan MAN PK berlangsung secara intensif sejak pagi hingga malam hari. Program tersebut memiliki tiga pilar utama, yakni penguasaan bahasa, pendalaman kitab, dan tahfidz Al-Qur’an.

"Tiga pilar utama MAN PK adalah bahasa, kitab, dan tahfidz. Kegiatan murid berlangsung sejak pagi hingga malam. Jadi, pembinaan yang diberikan tidak hanya untuk membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga spiritual," jelasnya.

Selain pembelajaran di kelas, pembinaan akhlakul karimah juga menjadi bagian dari kegiatan harian murid yang didampingi pembina asrama.

Dalam kesempatan tersebut, MAN 4 Jombang juga menyosialisasikan Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) MAN PK tahun pelajaran 2027/2028. Pendaftaran dijadwalkan berlangsung mulai 16 November 2026 hingga 5 Januari 2027.

Terdapat dua jalur seleksi, yakni jalur prestasi dan Computer Based Test (CBT). Jalur prestasi diperuntukkan bagi murid yang memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 15 juz, kemampuan bahasa Arab atau bahasa Inggris, kemampuan membaca kitab kuning, maupun prestasi akademik minimal tingkat provinsi dengan perolehan juara 1 hingga 3.

Pendaftar jalur prestasi hanya mengikuti verifikasi berkas dan wawancara tanpa tes CBT. Kuota jalur ini sebesar 20 persen dari keseluruhan penerimaan.

Sementara itu, jalur CBT terdiri atas tes berbasis komputer dan wawancara yang dilaksanakan dalam satu hari. Materi tes meliputi bahasa Arab, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, IPS, Pendidikan Agama Islam, matematika, dan psikotes.

Pihak madrasah menjelaskan, materi dan soal seleksi CBT ditentukan oleh pemerintah pusat. Adapun proses wawancara dilaksanakan oleh pihak madrasah.

Murid yang belum lolos melalui jalur prestasi masih dapat mengikuti seleksi jalur CBT. Jika belum berhasil melalui kedua jalur tersebut, pendaftar berkesempatan masuk MAN 4 Jombang pada program reguler tanpa mengikuti tes seleksi.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah murid MTsN 5 Kediri juga menanyakan persyaratan prestasi, materi seleksi, hingga biaya pendidikan dan asrama. Pihak madrasah menjelaskan bahwa murid MAN PK menempati asrama Hasbullah Sa’id di lingkungan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar.

Terkait pembelajaran umum, pihak madrasah menyampaikan bahwa sekitar 30 persen muatan pembelajaran MANPK merupakan materi umum. 

Murid juga diberikan kesempatan mengembangkan wawasan dan mengerjakan tugas pada malam hari setelah kegiatan pembelajaran selesai.

MTsN 5 Kediri berharap muridnya memperoleh informasi langsung mengenai MANPK sehingga dapat mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan di MAN 4 Jombang. (Hed)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *