Pelepasan 508 Murid Kelas XII, MAN 4 Jombang Tunjukkan Kualitas Lulusan Berprestasi dan Siap Mendunia
Penyerahan Penghargaan Murid Berprestasi oleh Dr. Imam Bukhori Kasubdit Bina Guru MA/MAK GTK KEMENAG RI
Kab. Jombang (MAN 4) - MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif menggelar Pelepasan Murid Kelas XII pada Sabtu (12/04), di Gedung KH. Hasyim Asy’ari, MAN 4 Jombang. Kegiatan ini menjadi momen puncak penyerahan kembali 508 murid kepada orang tua/wali. Acara juga diisi dengan penegasan capaian prestasi akademik dan nonakademik, termasuk keberhasilan murid MAN 4 Jombang menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, SNBP PTKIN, golden tiket, hingga kemitraan.
Acara dihadiri oleh jajaran pengasuh Yayasan Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, serta Ketua Prodistik ITS Surabaya, dan tamu undangan lain. Suasana berlangsung khidmat dengan dihadiri para orang tua/wali murid yang turut menyaksikan langsung prosesi pelepasan.
Dalam momen yang sakral ini, Ketua Dewan Pengasuh Yayasan Mamba’ul Ma’arif, KH. Abdussalam Shohib, memberikan Mauidhoh Hasanah kepada murid dan wali murid. Menekankan pentingnya keteladanan dalam kehidupan.
“Kebaikan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dengan keteladanan, ucapan akan lebih bermanfaat dan efektif,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga salat, berbakti kepada orang tua, serta melanjutkan perjuangan menuntut ilmu di jalan Allah.
“Jangan pernah meninggalkan salat, karena itu adalah pondasi utama kehidupan. Berbaktilah kepada orang tua, jangan sampai durhaka. Ukurannya sederhana, apakah kita lebih memilih kehendak orang tua atau keinginan diri sendiri. Dan setelah ini, lanjutkan perjuangan di jalan Allah dengan terus menuntut ilmu,” pesan beliau.
Kepala Kankemenag Kabupaten Jombang, Muhajir, juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh murid kelas XII atas selesainya masa studi. Ia mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Selamat kepada siswa yang telah diterima di perguruan tinggi melalui berbagai jalur. Ini bukti bahwa madrasah mampu mencetak generasi unggul,” ujarnya.
Muhajir juga menegaskan jargon “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia”, yang dimaknai sebagai upaya menghadirkan pendidikan berkualitas, berdaya saing tinggi, dan mampu tampil di tingkat global.
“Jargon Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia hari ini bukan sekadar slogan. Buktinya, banyak siswa MAN 4 Jombang yang telah diterima di perguruan tinggi melalui jalur SNBP, SNBP PTKIN, hingga golden tiket. Bermutu itu dibuktikan dengan prestasi akademik siswa yang unggul dan karya inovatif. Sementara mendunia, ditunjukkan dengan kemampuan siswa bersaing menembus perguruan tinggi favorit, mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional dan internasional serta kesiapan mereka menghadapi tantangan global,” jelas Muhajir.
Pengarahan oleh dewan pengasuh Yayasan Mamba’ul Ma’arif, Nyai Hj. Muniroh Iskandar, yang mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan hidayah. Beliau menegaskan bahwa bertambahnya ilmu harus diiringi dengan bertambahnya hidayah agar membawa keberkahan. Orang tua juga diminta tetap mengawasi anak, termasuk dalam penggunaan gawai, terutama saat waktu istirahat.
“Dalam kitab Akhlakul Banin dan Akhlakul Banat disebutkan, siapa yang ilmunya bertambah tetapi hidayahnya tidak bertambah, maka sejatinya ia semakin jauh dari kebaikan. Karena itu, ilmu harus diiringi dengan hidayah agar membawa keberkahan,” ujar Nyai Hj. Muniroh Iskandar.
“Anak-anak kita ini masih membutuhkan pengawasan, baik di rumah maupun di luar. Termasuk dalam penggunaan handphone, terutama saat waktu istirahat. Jangan sampai hal itu justru merusak kesehatan dan mengganggu masa depan mereka,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Prodistik ITS Surabaya, Ismaini Zain, dalam orasi ilmiahnya mengajak para siswa untuk berani bermimpi dan terus mengembangkan potensi diri.
“Kalian harus berani bermimpi besar. Karena dari mimpi itulah arah masa depan ditentukan. Terus kembangkan potensi diri, manfaatkan ilmu dan keterampilan yang sudah didapat, agar mampu bersaing dan menciptakan peluang di masa depan,” ujar Ismaini Zain.
Dalam kesempatan yang sama, sambutan perwakilan wali murid disampaikan oleh Imam Bukhori yang juga menjabat sebagai Kasubdit Bina Guru MA/MAK GTK Kemenag RI. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak madrasah dan pesantren atas dedikasi dalam mendidik putra-putri selama menempuh pendidikan di MAN 4 Jombang.
“Kami mewakili wali murid mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu guru dan seluruh civitas madrasah yang telah mendidik anak-anak kami dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Kami juga memohon maaf apabila selama ini terdapat kekhilafan dari kami sebagai orang tua,” ujar Imam Bukhori.
Ia juga menambahkan bahwa kepercayaannya terhadap MAN 4 Jombang dan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif bukan tanpa alasan. Selain sebagai alumni, ia juga mempercayakan seluruh putra-putrinya untuk menempuh pendidikan dan mondok di lingkungan tersebut.
“Saya adalah alumni MAN 4 Jombang, dan hari ini saya juga mempercayakan seluruh anak-anak saya untuk belajar dan mondok di Mamba’ul Ma’arif Denanyar. Ini adalah bukti kepercayaan kami bahwa lembaga ini mampu membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan,” imbuhnya.
Terakhir, Kepala MAN 4 Jombang, Moh. Ilyas, menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses pendidikan.
“Hari ini kami serahkan kembali putra-putri panjenengan kepada orang tua. Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat,” ungkapnya.
Pada momen tersebut, madrasah juga memberikan penghargaan kepada murid berprestasi.
Prestasi akademik terbaik putra, diraih oleh:
- Davin Pratama Agustyo Febriansyah (XII-A, Agama, 85,68)
- Adis Banu Budiantana (XII B, Sains, 90,28)
- Farhan Rachmad Ramadhan (XII D, Sosial, 87,2)
- Ahmad Khairul Jalaludin Azhar (XII PK 1, MANPK, 90,25)
- Kemal Pasha Syandana Jauhari (XII KBC PA, KBC, 89,95)
Sementara prestasi akademik terbaik putri diraih oleh:
- Alissa Zannuba Al Khumaishoh (XII G, Agama, 88,24)
- Ayusti Fitri Aulia Rahma (XII H, Sains, 88,27)
- Naila Alfin Nabilla (XII L, Sosial, 88,91)
- Mikkaila Ahda Insani Husna (XII N, Bahasa, 89,29)
- Deitsna Fatkha Rahmadina (XII PK 2, MANPK, 89,84)
- Nur Awwaliah (XII KBC PI, KBC, 90,31)
Untuk kategori nilai dan karya akhir terbaik Prodistik, penghargaan diberikan kepada:
- Rifqi Ihsan Ramadhan – Nilai Terbaik Putra
- Affan Rifqi Fairuz – Karya Akhir Terbaik Putra
- Bilqis Putri Hafina Sofin Nada – Nilai Terbaik Putri
- Epa Amelia – Karya Akhir Terbaik Putri
Di bidang program keterampilan, penghargaan diraih oleh:
- Adam Firmansyah (Otomotif)
- Frandgiska Aurellia Safitri (Tata Boga)
- Isma Oktavia Rahmadani (Tata Rias)
- Taufiq Mahdi Wafy (Multimedia)
Prestasi tingkat nasional, di antaranya diraih oleh Muvida Munir, Dinda Baby Fatmala, Alifia Nabila Safitri, Fatiha Nulailiyatussa’ada, Deitsna Fatkha Rahmadin, Izzatul Sirri, Zafira Nasha Ramadhani, Hanydia Nisa’ul Muslim, Putri Indah Sari, Sukmawinata Syirnaini Ma’rifah, Muhammad Rafli Husein Abdullah, Ahmad Khairul Jalaludin Azhar, dan Muhamad Arza Kuna Al Kafie.
Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada hafiz dan hafizah 30 juz, di antaranya Fatiha Nulailiyatussa’ada, Siti Khodijah, Aufa Az-Zahra, Danisyatuz Zahrah, Najwa Nahdli Baldina, Aisyah Putri Pramecvara, Azema Shafa Vania Tristya, Reny Fadhilah Maulani, Zafira Nasya Ramadhani Al Gholy, Deitsna Fatkha Rahmadina, Nafisah Ali, Ahmad Ashraf Anfasa, Muhammad Abdat Mubarok, Muhamad Ricky Ardiansyah, Ahmad Khairul Jalaludin Azhar, Rezsya Achmad Syaifullah, Rafi Al Fauzan, Moch Abigail Achlienansyah, M. Fatchan Banyu Biru, M. Nurkhambali Dwi Febrianto, Davin Pratama Agustyo Febriansyah, dan Muhammad Sholihan Firdaus Awaluddin.
Dengan berakhirnya kegiatan pelepasan ini, MAN 4 Jombang berharap para lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga nilai-nilai akhlak, kemandirian, serta semangat belajar sepanjang hayat. Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, berkontribusi di tengah masyarakat, serta menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, madrasah, dan bangsa. (hir)
