Home >Pengajian >Pengajian Kitab Majalisus Saniyyah MAN 4 Jombang Bahas Keutamaan Niat dalam Beramal

Pengajian Kitab Majalisus Saniyyah MAN 4 Jombang Bahas Keutamaan Niat dalam Beramal

Risyalah D | 24 Oktober 2026 | 0 | Dibaca 17 kali
Gus Aman menyampaikan materi pengajian kitab Majalisus Saniyyah hadits ke-37

Kab. Jombang (MAN 4) – Niat tulus melakukan kebaikan tetap bernilai pahala meski belum terlaksana karena ketidakmampuan. Hal ini menjadi pokok pembahasan pengajian kitab Majalisus Saniyyah hadits ke-37 yang diikuti guru dan karyawan MAN 4 Jombang. Pengajian dipimpin oleh KH. Sholahuddin Fathurrahman atau Gus Aman, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bishri, Yayasan Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Sabtu (24/10).

Dalam kajian tersebut, Gus Aman menjelaskan konsep hamma, yakni keinginan atau tekad untuk melakukan suatu perbuatan. Ia menguraikan perbedaan balasan bagi orang yang berniat melakukan kebaikan maupun keburukan, termasuk ketika niat tersebut tidak diwujudkan.

“Allah mengetahui setiap niat yang tersimpan di dalam hati manusia. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam menjaga niat. Ketika seseorang benar-benar berniat melakukan kebaikan, tetapi belum mampu melaksanakannya, Allah tetap memberikan pahala atas niat tersebut. Sebaliknya, jangan sampai kita memelihara niat buruk, meskipun belum diwujudkan dalam perbuatan,” jelas Gus Aman.

Orang yang telah bertekad melakukan kebaikan, tetapi tidak mampu melaksanakannya, dapat memperoleh pahala sempurna. Namun, jika kebaikan ditinggalkan karena kemalasan tanpa alasan yang dibenarkan, balasannya sebatas niat dan bukan pahala atas amal yang tidak dilakukan.

Sebaliknya, orang yang membatalkan niat buruk semata-mata karena Allah SWT akan memperoleh ganjaran kebaikan. Sementara itu, tekad melakukan keburukan yang tidak terlaksana karena ketidakmampuan, tanpa disertai upaya untuk meninggalkannya karena Allah, dapat menjadi sebab pencatatan dosa.

Kajian ini juga membahas pelipatgandaan pahala kebaikan. Dalam penjelasan hadits tersebut, satu kebaikan dapat dibalas minimal sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipat atau lebih, sesuai kehendak Allah SWT. Faktor yang memengaruhi antara lain waktu, tempat, jenis amalan, dan pelakunya.

Pemahaman tentang niat diharapkan menjadi landasan untuk memperbaiki perilaku dan mendorong setiap muslim mewujudkan niat baik dalam amal nyata ketika mampu melaksanakannya. (Hed)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *