Home >Pengajian >Pengajian Majalisus Saniyyah MAN 4 Jombang, Tekankan Bahaya Hasad dan Pentingnya Mengamalkan Ilmu

Pengajian Majalisus Saniyyah MAN 4 Jombang, Tekankan Bahaya Hasad dan Pentingnya Mengamalkan Ilmu

Risyalah D | 09 Agustus 2026 | 0 | Dibaca 19 kali
Guru dan Karyawan MAN 4 Jombang khusyuk mengikuti pengajian Kitab Majalisus Saniyyah

Kab. Jombang (MAN 4) — Bahaya sifat iri dan dengki atau hasad menjadi salah satu pesan utama dalam pengajian rutin kitab Majalisus Saniyyah Hadits ke 35 guru dan karyawan MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif, Sabtu (8/8/2026). 

Pengajian dipimpin KH. Zainal Abu Bakar, salah satu pengasuh Yayasan Mamba’ul Ma’arif, Pondok Nur Khodijah 3. Kajian membahas keutamaan menuntut ilmu sekaligus pentingnya menjadikan ilmu sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajian tersebut, warga madrasah diajak menjaga hati, mempererat hubungan dengan sesama, serta mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

“Ilmu tidak cukup hanya dipelajari. Ilmu harus diamalkan dan dibagikan kepada orang lain agar memberikan manfaat. Karena itu, dalam menuntut ilmu diperlukan kesungguhan, ketekunan, dan niat yang baik,” ujar KH. Zainal Abu Bakar dalam kajiannya.

Selain persoalan ilmu, kajian juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Warga madrasah diingatkan untuk tidak saling membenci, meremehkan, merugikan, maupun mengambil hak orang lain.

Sikap saling membantu, menghargai kelebihan dan kekurangan orang lain, serta membiasakan diri bersabar dan lapang dada dinilai menjadi bagian penting untuk menciptakan kehidupan yang aman dan tenteram.

KH. Zainal Abu Bakar juga mengingatkan agar kelebihan yang dimiliki orang lain tidak menjadi sumber kebencian. Menurutnya, rasa iri justru dapat diarahkan menjadi dorongan untuk melakukan kebaikan.

“Jangan sampai kelebihan yang dimiliki orang lain menimbulkan rasa benci dan iri di dalam hati. Justru ketika melihat kebaikan pada orang lain, hendaknya kita menjadikannya sebagai motivasi untuk berbuat lebih baik,” tuturnya.

KH. Zainal Abu Bakar menjelaskan, iri yang baik adalah rasa ingin mencapai kebaikan sebagaimana yang dimiliki orang lain, sehingga mendorong seseorang melakukan hal-hal positif.

Sementara itu, hasad atau iri dan dengki merupakan penyakit hati yang perlu dihindari. Selain dapat merusak hubungan antarsesama, sifat tersebut juga dapat mengurangi nilai kebaikan seseorang.

Dalam kegiatan rutinan setiap Sabtu tersebut, murid MAN 4 Jombang juga melaksanakan istighosah. Pengajian dan istighosah ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan untuk memperkuat karakter dan akhlak warga madrasah.

Nilai-nilai yang dipelajari dalam kitab diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang harmonis, saling menghargai, dan jauh dari kebencian. (Hed)







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *