Persiapan Lima Hari, Murid MAN 4 Jombang Raih Juara II Festival Fotografi Se-Jawa Timur
Foto bersama usai penyerahan penghargaan Juara 2 Festival Fotografi
Kab. Jombang (MAN 4) - Delegasi MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif berhasil mengukir prestasi dalam ajang Festival Komunikasi ke-18 yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syech Wasil Kediri.
Dalam kompetisi tingkat SMA/MA sederajat se-Jawa Timur yang memuncak pada Sabtu (20/6/2026) tersebut, M. Daniel Ardiansyah (XI-D), sukses mengamankan gelar Juara II pada cabang lomba Fotografi.
Festival Komunikasi sendiri merupakan agenda tahunan yang diinisiasi oleh Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Syech Wasil Kediri.
Tahun ini, acara yang mengusung tema "Keep Standing, Keep Shining" tersebut menghadirkan berbagai cabang perlombaan kreatif, di antaranya Presenter, Fotografi, dan Fashion Show.
Dari total sekitar 85 peserta yang bersaing ketat dari berbagai daerah di Jawa Timur, tim presenter MAN 4 Jombang berhasil melaju hingga babak semifinal dan menembus posisi 20 besar.
Keberhasilan luar biasa ini terbilang mengagumkan mengingat waktu persiapan lomba relatif singkat. Salah satu pembina Lomba MAN 4 Jombang, Aulia Rohmah, mengungkapkan bahwa seluruh proses pembekalan dan latihan intensif hanya berlangsung selama lima hari menjelang hari H perlombaan.
"Latihan kami lakukan secara maraton selama lima hari sebelum kompetisi. Setiap peserta digembleng sesuai dengan spesifikasi perlombaan masing-masing secara fokus," ujar Aulia saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).
Aulia menjelaskan, untuk kategori fotografi, latihan difokuskan pada pengasahan keterampilan teknis pengoperasian kamera yang disesuaikan secara ketat dengan petunjuk teknis (juknis) panitia.
Sementara itu, untuk kategori presenter, regulasi perlombaan mewajibkan peserta melalui babak penyisihan secara luring di lokasi, disusul babak semifinal hingga final.
"Untuk tim presenter, mereka memulai tahapan dari pembuatan skrip secara mandiri yang disesuaikan dengan tema besar. Setelah itu, mereka melakukan latihan mandiri dibantu dengan teknologi prompter daring, serta mendapatkan pendampingan berkala dari pembina," tambah Aulia. (hir)
