Isra Mikraj 1447 H Jadi Momentum MAN 4 Jombang Membina Karakter Religius Murid
Ribuan murid putri MAN 4 Jombang memadati Gedung K.H. Hasyim Asy’ari (GPPT) saat mengikuti peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H
Kab. Jombang (MAN 4) – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif, Jumat (17/01), dimanfaatkan sebagai momentum pembinaan kedisiplinan ibadah serta penguatan karakter spiritual dan akhlakul karimah murid.
Kegiatan tersebut digelar dalam bentuk kajian keislaman yang dilaksanakan terpisah dan dirangkai dengan pembacaan Mahalul Qiyam serta Khotmil Qur’an. Murid putri mengikuti kajian di Gedung K.H. Hasyim Asy’ari (GPPT) dengan narasumber K.H. Sholahuddin Fathurrohman, sementara murid putra mengikuti kajian di musholla bersama K.H. Abdul Wahab Kholil, dengan pendampingan dewan guru.
Dalam pemaparannya, K.H. Sholahuddin Fathurrohman mengulas hikmah Isra Mikraj dengan merujuk Kitab Shohih Muslim. Ia menjelaskan bahwa Malaikat Jibril mendampingi Nabi Muhammad SAW hingga batas tertentu, sebelum akhirnya tidak mampu melanjutkan perjalanan dan pingsan saat hendak menghadap Allah SWT.
“Dalam peristiwa Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW diperintahkan menghadap Allah SWT. Malaikat Jibril mendampingi, namun tidak kuat melanjutkan dan pingsan sebelum menghadap. Dari sini kita belajar bahwa ada proses luar biasa dalam menjalankan perintah Allah,” ujar K.H. Sholahuddin.
Ia menegaskan bahwa kenikmatan dan keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui usaha dan kesungguhan. Menurutnya, perjalanan Isra Mikraj mengajarkan pentingnya ikhtiar dalam menjalani kehidupan dan ketaatan beragama.
“Kenikmatan tidak akan kita peroleh tanpa usaha. Semua membutuhkan proses dan kesungguhan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan umat Nabi Adam AS yang terbagi dalam dua golongan. Golongan kanan merupakan mereka yang kelak masuk surga karena ketaatan dan kedermawanan, sementara golongan kiri adalah mereka yang terseret ke dalam kebinasaan akibat sifat kikir dan meninggalkan sholat.
“Umat Nabi Adam terbagi dua. Golongan kanan adalah mereka yang dermawan, taat, dan patuh kepada Allah. Sementara golongan kiri adalah orang-orang yang pelit, malas sholat, dan gemar berbuat maksiat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan murid MAN 4 Jombang untuk menjauhi berbagai perilaku menyimpang, seperti zina, perampasan harta orang lain, memakan riba dan harta anak yatim, serta sifat rakus terhadap jabatan, pengkhianatan, dan provokasi.
Di hadapan para murid, K.H. Sholahuddin juga menekankan pentingnya peran guru sebagai pembimbing dalam menjaga arah kehidupan generasi muda. “Hadirnya guru-guru kalian di madrasah ini adalah ikhtiar agar kita bisa masuk golongan kanan bersama umat Nabi Adam,” tuturnya. (hir)
