MAN 4 Jombang Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Organik dengan Maggot di Kabupaten Jombang
Peserta Workshop Edu-Eco melihat langsung budidaya maggot dan pengelolaan sampah organik di MAN 4 Jombang, Sabtu (13/5/2026).
Kab. Jombang (MAN 4) - MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif menjadi tuan rumah Workshop Edu-Eco bertema “Pengelolaan Sampah Organik dengan Maggot” yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Jombang di Gedung KH. Bisri Syansuri Lantai 3, Sabtu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para pecinta lingkungan dari berbagai instansi di Kabupaten Jombang dan menjadi bagian dari program Gema Sajadah (Gerakan Bersama Sampah Jadi Sedekah), Kemenag Jombang.
Dalam workshop itu, narasumber dari MAN 4 Jombang, Djum’atin, memaparkan pengelolaan sampah organik yang selama ini diterapkan di lingkungan madrasah melalui metode composting dan budidaya maggot.
Djum’atin menjelaskan sampah organik yang diolah berasal dari dapur madrasah, sisa praktik tata boga, hingga sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Di MAN 4 Jombang, pengelolaan sampah organik dilakukan dengan dua cara, yaitu composting dan budidaya maggot,” ujar Djum’atin saat menyampaikan materi.
Ia menjelaskan, proses composting dilakukan menggunakan alat sederhana seperti timba berlubang, tanah kompos kering, cairan EM4 atau MOL, air cucian beras, serta sampah organik.
“Minimal dalam 10 hari kompos sudah bisa digunakan dan dimanfaatkan kembali untuk tanaman,” katanya.
Selain composting, peserta workshop juga mendapatkan penjelasan mengenai budidaya maggot sebagai solusi pengurai sampah organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
“Proses budidaya maggot diawali dengan menyiapkan media dan sampah organik sebagai pakan. Nantinya lalat BSF akan datang sendiri dan berkembang biak di tempat tersebut. Dalam beberapa hari, maggot akan muncul dan mampu mengurai sampah organik dengan cepat,” jelasnya.
Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap maggot sama dengan belatung. Padahal, maggot berasal dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang tidak membawa penyakit dan justru bermanfaat dalam pengolahan sampah organik.
Tidak hanya menyampaikan teori, Djum’atin juga mengajak peserta melihat langsung pengolahan sampah menggunakan maggot yang telah diterapkan di MAN 4 Jombang. Maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan lele di kolam budidaya MAN 4 Jombang yang berisi sekitar 300 ekor lele.
Melalui workshop tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri sekaligus mendukung gerakan peduli lingkungan melalui program Gema Sajadah. (hir)
