MAN 4 Jombang Perluas Implementasi KBC, Mahasiswa PPL Turut Dibekali
Waka Kurikulum MAN 4 Jombang, Didik Pratikno, memaparkan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Seminar Akademik di Gedung KH. Bishri Syansuri, Ahad (15/2).
Kab. Jombang (MAN 4) - Konsep pembelajaran dari hati ke hati menjadi penekanan utama dalam Seminar Akademik Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif, Ahad (15/2). Kegiatan yang diikuti mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwaha) dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menegaskan pentingnya menghadirkan cinta sebagai ruh dalam proses pendidikan.
Seminar di Gedung KH. Bishri Syansuri lantai 3, pukul 13.30–15.00 WIB tersebut diprakarsai Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 4 Jombang, Didik Pratikno, yang sekaligus menjadi narasumber. Kegiatan ini dikhususkan bagi mahasiswa PPL sebagai forum pendalaman implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di kelas.
“Seminar KBC hanya pada periode PPL kali ini. Mari kita saling share dan diskusi,” ujar Didik.
Ia menjelaskan, Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar istilah, melainkan pendekatan yang menekankan hubungan emosional antara guru dan peserta didik. Menurutnya, cinta dalam konteks pendidikan harus dimaknai secara positif.
“KBC memiliki arti positif apa negatif? Cinta dalam konteks ini artinya pembelajaran itu dari hati ke hati. Meskipun kadang pengajar marah, tapi tetap dengan senyum mengajarnya,” kata Didik.
Dalam paparannya, Didik juga menguraikan konsep Panca Cinta sebagai fondasi utama, yang mencakup kecintaan kepada Tuhan, sesama manusia, ilmu, lingkungan, serta bangsa dan tanah air. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, harus dihadirkan dalam setiap proses pembelajaran agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
Ia menegaskan, implementasi KBC dapat dilakukan dengan mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa. Jika integrasi tidak memungkinkan secara penuh, nilai-nilai tersebut tetap dapat disisipkan dalam proses pembelajaran.
“Mengaitkan atau mengintegrasikan KBC dalam mata pelajaran dengan kehidupan sehari-hari murid. Kalau tidak bisa mengintegrasikan ya menginsersikan,” tegasnya.
Seminar berlangsung interaktif dengan diskusi aktif dari para mahasiswa PPL. Melalui kegiatan ini, calon pendidik mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konkret di ruang kelas, sehingga pembelajaran berjalan humanis, komunikatif, dan tetap berkarakter. (hir)
