Perkuat Nilai Zuhud dan Wara’, Guru dan Karyawan MAN 4 Jombang Ikuti Pengajian Rutin

  • Risyalah D
  • Disukai 0
  • Dibaca 51 Kali
Pengajian rutin Kitab Majalisus Saniyyah keluarga besar MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif.

Kab. Jombang (MAN 4) – Pengajian rutin Kitab Majalisus Saniyyah karangan Syaikh Ahmad bin Syaikh Al Fasyani yang diikuti oleh guru dan karyawan MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif kembali digelar dengan khidmat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama KH. Zainal Abu Bakar, Pengasuh Asrama Nur Khodijah 3. Bertempat di Gedung K.H. Bishri Syansuri Lt. 3 Denanyar, pada Sabtu pagi (24/01). Pada kesempatan tersebut, kajian membahas hadits ke-31.

Kajian kali ini mengangkat hadits dari sahabat Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi ra. Dalam hadits tersebut diceritakan bahwa ada seseorang yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang apabila aku lakukan, Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menjawab, “Zuhudlah di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Begitu pula, zuhudlah dari apa yang ada di tangan manusia, maka manusia akan mencintaimu.”

KH. Zainal Abu Bakar menegaskan bahwa zuhud dan wara’ merupakan sikap penting yang harus dimiliki seorang muslim dalam menjalani kehidupan. “Zuhud itu adalah ridha dengan apa pun yang Allah berikan, serta menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat dalam hidup,” tutur beliau.

Beliau menambahkan, sikap zuhud akan melahirkan ketenangan batin dan keikhlasan dalam beramal. Orang yang tidak bergantung pada dunia akan lebih mudah dicintai Allah, karena hatinya bersih dari ambisi berlebihan, serta dicintai manusia karena tidak rakus terhadap apa yang mereka miliki.

Dalam tausiyahnya, beliau juga mengingatkan bahwa sikap zuhud sangat relevan di tengah kehidupan modern saat ini, di mana manusia sering terjebak pada pencarian popularitas, harta, dan pengakuan. Menurutnya, seorang muslim perlu menata niat agar segala aktivitas duniawi tetap bernilai ibadah.

Selain zuhud, KH. Zainal juga menjelaskan makna wara’ sebagai bentuk kehati-hatian seorang hamba dalam beragama. “Wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang meragukan, yakni perkara yang belum jelas halal dan haramnya,” jelasnya.

Menurut beliau, jika sikap zuhud dan wara’ benar-benar diterapkan, maka seseorang akan lebih mudah menjaga hati, ucapan, dan perbuatannya, sehingga hidup menjadi lebih tenang dan bernilai ibadah.

Kegiatan pengajian rutin ini menjadi bagian dari ikhtiar MAN 4 Jombang dalam membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Melalui pemahaman hadits dan nasihat para ulama, para guru dan karyawan diharapkan mampu memperkuat sikap zuhud dan wara’ sebagai landasan dalam bersikap, bekerja, dan bermuamalah sehari-hari. (hir)


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin